Dulu….

Ada game yang namanya Nier Gestalt, ceritanya tentang bapak sayang anak, dimana si bapak rela mati-matian kerja side quest sana-sini cuma demi beliin anaknya obat, walaupun sebenernya penyakit itu tak ada obatnya. Di salah satu questnya dia membuka segel sebuah buku hidup bernama Weiss demi mengalahkan robot yang terlalu kuat, dan semenjak saat itu mereka berteman…pertemanan yang penuh argumen. Maka dimulailah petualangan si Bapak”bodo amat yang penting anaknya sehat”, si buku yang suka berdebat, cewe bermulut kotor tapi tsundere dan anak kecil yang tampangnya serem ga ketulungan tapi berhati baik (si anak dan si cewe galak sampe disuruh tidur diluar sama orang sekampung dimana si bapak boleh tidur di Inn).

Disamping humor-humor yang bertebaran, Nier Gestalt…adalah sebuah game yang dark.

Contoh:

Quest: Seorang kakak beradik meminta tolong untuk mencari ibunya yang tak kunjung pulang, mereka kuatir ibunya diserang monster saat bepergian untuk mencari bahan bertahan hidup.

Di ujung quest:

Game lain: Player menemukan ibunya sedang terpojok, dikelilingi monster yang mau membunuhnya, lalu player menyelamatkan sang ibu disaat tepat, lalu pulang dengan bahagia.

Game Nier: Ternyata  ibunya meninggalkan anak-anaknya untuk lari bersama  pria asing dan ditemukan meninggal ditengah lorong bersama dengan barang kosmetiknya yang terhampar dilantai. Player pulang dengan tangan hampa dan harus memilih untuk berbicara jujur atau bohong tentang apa yang terjadi pada ibunya.

Saya cuma bisa menghela nafas…

Bukan cuma itu saja, kadang-kadang game itu membuild sebuah cerita asing seperti flashback dimana membuat kita simpati dengan makhluk-makhluk tertentu, lalu game ini menjadikan mereka sebagai makhluk jahat yang harus dibunuh habis-habisan. Player tahu kalau mereka tak jahat dan tak bersalah, player tahu kalo makhluk-makhluk itu di fitnah oleh seorang NPC, tapi si bapak dan teman-temannya tak tahu sama sekali bahkan sampai gamenya tamat.

Lagi-lagi saya menghela nafas…

Kurang lebih itulah yang saya kenal dari game Nier Gestalt. Gameplay Battlenya sendiri saya tak suka, karena terlalu kaku, grafik juga tak terlalu bagus, tapi battle dan grafik itu tak sebanding dibanding value tinggi dari game ini, game ini punya alasan tersendiri yang membuat saya sangat amat teramat suka, apakah itu? rahasia 😛

Oh iya, Sebenernya game Nier ada versi 1 lagi, namanya Nier Replicant, dimana di projek ini, ceritanya adalah kakak sayang adik. Cerita utama sama persis dengan Gestalt, cuma karakter utama diganti jadi cowo muda. sedangkan karakter yang lain tak ada perubahan. Nier Replicant hanya tersedia versi Jepang.

Well, itulah sedikit tentang Nier Gestalt/Replicant dari saya, dan kita menuju ke pembahasan utama,

Nier: Automata

NieR_Automata_20170228182816Jujur ya, kesan pertama saya tentang Nier: Automata, game ini terkesan kurang berbobot, karena apa? ya karena dilihat dari design karakternya, yaitu seorang wanita cantik dengan pakaian yang elegant di dunia yang hancur (ga nyambung kan?), satu lagi seorang cewe dengan baju koyak-koyak supaya terlihat sexy. Pikir saya sih “Hadeehh, ini mah isinya fan service doank! formula murahan lama dimana menjual -boobs and ass-  para karakter untuk menarik minat pembeli terutama cowo dan lesbi yang dimana sampai sekarang masih trend, dan anehnya game ini juga punya karakter anak cowo, pikir saya “Tanggung mas, kenapa ga semua karakternya aja cewe, buat salah satu jadi loli supaya semua pilihan selera ada“. Saya pikir, mungkin, game ini tak akan mempunyai arti dalam yang sama seperti Nier Gestalt/Replicant.

Sigh…jadi alasan pertama saya sangat ingin memainkan Nier: Automata adalah….. BATTLE GAMEPLAY. Yup, hanya itu. PlatinumGames telah membuat saya gila dengan gameplay legendary mereka semenjak Bayonetta di PS3/XBOX360, juga Vanquish yang saya nobatkan sebagai best 3rd person shooter ever, ditambah Metal Gear Rising dengan konsep counter attacknya yang keren. Ya, tentu saya Devil Mat Cry juga, tapi dibawah nama Capcom.

Ya, awalnya saya pikir cuma itu…

saya mau main game dengan gameplay bagus dengan karakter-karakter cewe sexy dan kalo bisa karakter yang cowo bisa di skip, ga usah dimaenin bisa tamat.

But…I NEVER BEEN SO WRONG.

Semua wanita cantik, berita viral tentang bagian belakang 2B (WTF you internet people?) dan segala sesuatu tentang rangsangan otak sexual yang di implement di game-game sekarang, semua cuma itu samaran di game ini, it’s just a cover!

“The Game is All Philosophy!” teriak Seven terkaget-kaget sambil menutup mulutnya dengan dua tangan.

Wait!!! untuk awal-awal, saya jelasin dulu yah tentang GAMEPLAY-nya.

Well, ini adalah game Action RPG dengan konsep Open World, tetapi ini juga adalah game macam Arcade Flight Shooter, dua genre itu akan dicampur aduk dengan cara silih berganti ditempat-tempat tertentu dan kondisi-kondisi tertentu., lebih tepatnya…”suka-suka game ini”, kalian harus siap dengan transisi cepat pergantian genre ini dimanapun dan kapanpun.

Action RPG Genre

Salah satu karakter bernama 2B akan mempunyai dua senjata yang bisa di pakai di 2 slot. Slot 1: Normal Attack, Slot 2: Heavy Attack. Semua jenis senjata dari yang ringan sampai yang berat bisa kalian pakai di slot manapun,  dan game ini memberikan 2 Set Slot, jadi total 4 senjata yang bisa dipakai (2 senjata setiap set).

Set moves senjata ini terbagi menjadi 5 Kategori: Bare Handed, Small Swords, Large Swords, Spear dan Combat Bracers. Contoh: Semua Small Swords punya set moves yang sama.

Walapun set moves per-kategori itu sama, tetapi mereka mempunyai efek yang berbeda setelah di upgrade, untuk kekuatan tiap senjata, mereka mempunyai keseimbangan, jadi tidak ada senjata yang terlalu lemah atau terlalu kuat, semua tergantung efek yang kalian mau pakai.

Yang barusan saya jelasin itu tentang 2B. Nanti kalian akan bisa memainkan karakter bernama 9S (yang cowo), dia mempunyai cara bertarung berbeda, saya tak akan jelaskan disini, sisa gameplay para karakter biar kalian lihat sendiri aja nanti.

Element battle penting game ini juga terletak di Pod, yaitu sejenis robot terbang yang mengikuti kita dari awal sampai tamat game, ga pernah lepas, mereka berfungsi sebagai “Shooter genre” di game ini, program skill mereka juga sangat ampuh dan banyak macamnya, dimulai dari laser, missile, gravity dan lain-lain.NieR_Automata_20170224200742

bukan cuma offensive, game ini juga mempunyai defensive system yang keren, yaitu Shift/Avoid, dimana dengan menekan tombol evade diwaktu yang tepat, karakter akan kebal dan bisa counter attack, tenang saja, timingnya ga terlalu ketat kok, tidak seketat Bayonetta atau “Just Defend”nya Ryu dari Street Fighter. Cuma jangan kebablasan aja asal tekan tombol counter dengan senjata yang salah.

Secara keseluruhan, battle gameplay sangat menyenangkan, so much flashy! keren! ditambah lagi dengan koreografi elegant para wanita-wanita android ini, juga dengan style ala Neo The Matrix’nya 9S, saya main lebih dari 50 jam ga bosen-bosen (udah diatas 80 jam saat nulis artikel ini). Tapi warning ya, ga semua orang bisa menghandle 2 genre sekaligus, saya saranin kalian main yang normal mode aja dulu, seperti penjelasan yang di berikan dalam game “Probably the most enjoyable mode”, yes I agree. Diatas itu, ada Hard Mode, yaitu  mode yang berdiri diantara 2 hal, Challenging or Frustrating. Mode dimana kadang-kadang musuh bisa one hit kill kita tanpa terduga, apalagi kalau kita “sedikit” underleveled, apalagi gamenya mematikan fitur lock-on, sehingga kalian harus menggerakan kamera secara manual untuk menghadap musuh. Hard Mode akan terasa lebih “aman” apabila kita memakai Defense Plug In Chip (anggaplah accesories) yang menambahkan HP, Mengurangi Damage, anti-one hit kill dan lain-lain. Kalian akan menemukan banyak jenis Plug In Chip di game ini dan sangat efektif. Saya suka attack Plug In Chip Shock Wave, jadi saya bisa Sonic Boom ala Guile setiap melakukan serangan. Dan Very Hard Mode, sudah jelas ini adalah Frustasi Mode, setinggi apapun, pakain plugin apapun, kita akan dibunuh cukup dengan 1 Hit, bahkan cuma kesentil.

Anyway, semua battle system tadi berlaku di 3rd person view dan side scrolling view, yup side scrolling view ala castlevania. Kalian pernah main Castlevania symphony of the Night? Dawn of Sorrow? suka dengan game-game itu? maka ga masalah dengan game ini. Kalau belum pernah atau tidak suka dengan game yang saya sebut barusan, maka…deal with it.

Flight and Shooter Genre

Di permulaan game kalian akan langsung di suguhi genre ini, kebanyakan orang mungkin berpikir “Loh, ga salah game nih? kok beda sama di trailer dan youtube-youtube’an yang gw liat? perasaan bukan game kapal-kapalan deh”…..

Ya seperti yang saya bilang, “Suka-suka game ini”. Oke, jadi, Shooter Genre ini pun dibagi dari beberapa persepsi, Shooter vertikal (Contoh: Raiden DX, Raystorm), Shooter Horizontal (Contoh: Einhander), juga dari satellite view dimana kalian membidik 360% menggunakan analog kanan (Contoh: Helldiver, Alienation).

Dalam flight mode (menggunakan Flight Robot Suit) kalian tetap bisa melakukan melee attack, malah itu sangat penting karena bisa menghancurkan sebagian besar peluru musuh, kecuali sejenis laser cannon. Yang namanya game shooter pasti ada Special Attack ala “Bomb”, disini bisa dilakukan dengan menekan tombol pod skill, enaknya cukup dengan cooling down beberapa detik maka kalian bisa mem-bomb lagi.NieR_Automata_20170307021847

Yah, itu sebagian besar gameplay battle dalam game ini yang saya bisa jelaskan. Untuk kalian pencinta action game yang sangat cepat, ini bakal cocok banget dimainkan, tapi bila kalian benci game shooter (game kapal-kapalan dingdong – 90’s kids will know) maka kalian harus deal with it, sebenernya walaupun kalian tak suka game shooter, tetep asik dimainkan kok, karena setiap kita meledakkan musuh, ada rasa crunchy yang terangsang di otak seakan kalian sedang makan snack, yup, “snack of destruction”.

Anyway, kalian suka Musik?

Music

Musik di game ini sangat AMAZING, saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata, nanti saat dimana tercipta alat baru yang bisa membuat kuping berbicara, saya akan upload video lisannya dan saya akan memuat linknya disini.

Insert Link Here: (not available yet)

lanjut dengan pembahasan selanjutnya, dimana jaman sekarang game condong ke arah…

Open World!

Sebagai game yang memasukan element Open World, bisa dibilang….World’nya ga terlalu luas. Bisa dihitung dengan jari kedua tangan orang normal untuk jumlah area utamanya. Eits, jangan kecewa dulu, pernah denger ga yang namanya Quality over Quantity? Yes, it’s highly explorable. setiap area itu banyak cabangnya, termasuk beberapa area rahasia yang setelah main beberapa puluh jam saja tak sengaja saya menemukan area baru ( atau mungkin aja saya ga sengaja ke skip), menurut saya, takaran open worldnya “Pas”, banyak game loh yang memakai unsur open world tapi isinya cuma dataran copy paste environment yang kontennya nihil, tapi untungnya game ini tidak memakai cara itu.

NieR_Automata_20170224200956“Apa? kalian tanya pemandangannya bagus apa ga?”, hmm, bisa dibilang pencahayaan dan warnanya bagus, tapi untuk pemandangan…guys, ini dunia yang telah runtuh, pasca apocalypse.Ya gimana ya jelasinnya, oh oke, saya punya kata yang tepat “Beautiful World of Ruins”

Oke cukup.

Sekarang ke pembahasan utama…

Ingat reaksi kaget saya di awal-awal artikel ini?

Oke, to the point deh…

Plot of the Game

Jadi inti dari game ini….

Eh….

…………..

Hahahaha….

Waduh gimana jelasinnya nih? sebenernya  ga boleh dikasih tahu, karena ya intinya………kalian ga boleh tau apa-apa tentang game ini sebelum main.

Kalian seharusnya-eh salah, bukan “Seharusnya”, tapi “Sebaiknya“, ya saya tidak mau memaksakan persepsi saya terhadap kalian ya, tetapi ‘sebaiknya’ kalian main game ini dengan mindset “telah terpengaruh” oleh mainstream media. Ngerti maksudnya?

Kenapa begitu? ya karena game ini akan mematahkan semua “pikiran terpengaruh” itu perlahan-lahan.

Seperti yang saya tulis di judul dan awal artikel ini.

“Game ini adalah filosofi secara keseluruhan”

Game ini mengerti “cara berpikir” manusia, game ini mengerti “default setting mindset” rata-rata orang jaman sekarang.  Mass particle shaped disc and digital data named Nier: Automata ini bermain di pikiran itu dengan bentuk samaran, yaitu sebuah video game.

Awal-awal saya pikir plot game ini enteng, dimulai dengan bagaimana mesin mendevelop sebuah pikiran, dimulai dari pertanyaan-pertanyaan dan tingkah para mesin yang terkesan konyol dan bodoh. Formula lama yang biasa di implement di film-film animasi hollywood dalam beberapa dekade ini. Tetapi itu ternyata hanya awal…sebagaimana kita lahir sebagai bayi.NieR_Automata_20170224214800_1

Game ini sendiri adalah sebuah pikiran dan pesan tentang Existence and Truth.

Kalian pernah liat beberapa comments di social media tentang game ini? yaitu tentang game ini cepat tamat? durasi cuma 10 jam, speedrun cuma 4 jam? tak lama langsung ending.

Ya, Ending.

Apa itu istilah Ending? apa yang terproses dalam pikiran kalian saat kalian menyelesaikan game dan melihat ending credits. Saya yakin stimulasi otak terhadap game tersebut akan menurun. Ya, game ini tahu hal itu. Lalu apa yang game ini lakukan setelah itu? jujur, game ini tahu persis apa yang harus dia lakukan terhadap saya.

Game ini pun bisa memilih true player/audience mereka. Dengan cara mereka sendiri. yaitu menyeleksi mereka melalui influence mainstream media yang terjadi, bila player tak mengerti, mereka tak akan memilih game ini, atau mungkin baru ingin main setelah membaca review macam ini atau setelah membaca review pujian-pujian di beberapa situs game lain.Ya seperti itulah otak bekerja. Pada dasarnya game ini diciptakan untuk fans Nier pertama.

Saya pikir kalian pasti juga belum tahu karakter utama sebenarnya dalam game ini.

Intinya, game ini mempunyai istilah “Breaking The Fourth Wall”, dimana banyak sekali element of surprise terjadi. Berdasarkan etika dan kode etis yang saya pahami, detik-detik saat saya menulis artikel ini, saya tidak boleh membahas hal itu (game ini baru saja rilis di benua eropa dan amerika), ya maksudnya, saya tidak boleh spoiler, hohohoho (Saat ini kalian yang menyebarkan gambar-gambar dan kata-kata spoiler game di sosial media, sepertinya kalian kurang punya kesadaran diri kalau kalian merusak value game ini)

Game ini tidak bisa dimainkan setengah-setengah, untuk mengerti value dan pesan filosofi game ini, Nier: Automata harus dicerna secara keseluruhan, yaitu termasuk dialog para NPC dan beberapa text yang tersebar.

Bukan cuma pikiran, game juga bermain dengan emosi, jadi…hati-hati.

You know, tepat setelah saya menyelesaikan ending credits dan berhenti meneteskan air mata (lucunya ini bukan karena sedih atau bahagia), saya langsung kirim message kepada director game ini, Taro Yoko. saya cuma mengucapkan beberapa kata apresiasi terhadap sebuah karya seni mutlak yang dia berikan di industri game. So, once again, Thank You Mr.Taro Yoko.

NieR_Automata_20170225114754_1
Taro Yoko is the man who always wear this mask in gaming media public.

Oh well…

Berapa lama ya tadi saya bilang? itu, gameplay time saya…

Oh iya, 80 jam.

Thats one of 80 hours best of my life!!!

Sampai disini saja artikel pembahasan saya tentang Nier: Automata

Sebelum berhenti mengetik, tadi saya sedikit melewatkan sedikit tentang sistem game ini yang sedikit mirip Dark Souls, jadi dimana saat karakter kalian mati, kalian akan dikasih kesempatan untuk mengambil kembali EXP yang telah terakumulasi dan Plug In Chip yang terpasang di mayat kalian.

Terus apa lagi ya yang tadi saya mungkin lupa jelaskan…

Oh iya, semua nama Boss dan NPC di game ini berdasarkan para Philosopher terkenal, contohnya, Immanuel Kant, Hegel, Engels, Auguste dan beberapa lagi.

ah sudahlah, capek.. (what udah jam setengah dua!?)

eits, ada beberapa tips deh sebelum saya istirahat.

*Saat baru mulai main, jangan langsung pilih hard mode, game ini bisa one hit kill kita saat transisi cutscene, walaupun niat kita untuk challenge, tapi mati dengan cara begitu tidak adil, tidak ada save point di prologue, kalian akan mulai dari dialog awal game, memakan waktu sangat lama (gapapa kalian bisa ulang lagi nanti).

*Kalian coba deh otak-atik asal system setting awal setelah prologue. Kenapa? ya iseng aja, hihihi.

*Pas ending credits, saya pake headset, itu kebetulan, tapi saya bakal menyesal apabila tak pakai headset.

That’s it! I’ve come up with new reci-eh, I mean, Thanks for reading ~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s