Persona.

Familiar dengan nama “Persona”?

atau kalian mikirnya “Terpersona”? haha, ngaco.

Dua juta tahun yang lalu (hyperbola), di jaman PS1, mendadak nongol game Persona 2 Eternal Punishment di beberapa toko game lokal,

Saya pikir, “Apaan tuh nama game kok Persona, dan itu di cover cewe pake baju love-love’an? ini game tentang apaan ya? gw kagak ngarti, mungkin jagoannya ngebunuh musuh dengan kekuatan cinta atau apalah”P2_EUA_boxart

tapi akhirnya saya beli juga, toh jaman dulu game mah murah, beli game minimal satu judul tiap pulang sekolah (tapi harus turun angkot jauh dari rumah, lalu lanjut jalan kaki) soalnya gak tau kalau itu game bajakan dan saya benar-benar IGNORANT tentang seberapa susahnya dan mahalnya memproduksi game, bahkan untuk membuat artwork sekualitas seperti di cover game ini saja orang biasanya meminta upah ratusan ribu rupiah, berpuluh-puluh kali lipat dari uang jajan yang saya keluarkan untuk bisa menyicipi sebuah karya seni yang  dulu saya tidak mengerti, hehe

Well, nama Persona ternyata sama sekali tidak jauh dari PERSONALITY, (bila ditambah “LITY” dalam sekejab judulnya terlihat lebih keren, game-ish, seperti “FATALITY, INVICIBILITY, ALTERNATE REALITY, dll)

Game ini memang dari dulu sudah unik, susah dimengerti, karena jaman PS1, game RPG dikenal dari judul-judul major seperti Final Fantasy, Suikoden, Breath of Fire, Legend of Dragoon, Xenogears dan teman-temannya, dimana game itu rata-rata mempunyai gameplay yang cukup simple, yaitu ikuti jalan cerita, level up, upgrade equipment dan explorasi dungeon.

Sedangkan, di Persona classic ini, memberikan tema yang cukup berat di level pengenalan/pengertian saya tentang game diumur segitu (sekitar sekolah menengah dan kemampuan bahasa inggris basic), dimana….”GW BENAR-BENAR GA NGERTI, INI GAME APAAN SEH?” *matiin PS, menaruh kembali disc game kedalam box.

Dan saat itu saya tidak pernah peduli lagi dengan game Persona 2 Eternal Punishment (kapan-kapan saya bahas tentang Persona classic 1-2)

Lalu sekitar 1.057,897 tahun kemudian (masih hyperbola), rilis sequel dari Persona 2.

IT’S PERSONA 3

persona3j
Darker but Cool

Ini benar-benar game yang berbeda.

Sebelum terjadi kesalah-pahaman tentang value game Persona 2, bukan berarti itu game mempunyai kualitas lebih rendah dibanding Persona 3 (dan sequelnya), kalimat-kalimat diatas cuma ekspresi keterbatasan informasi dan pengenalan saya terhadap game tersebut di masa sekolah. Tetapi bukan berarti saya merasakan zero experience dari game itu, pengalaman saya memainkan game Persona Classic justru kunci yang bisa membuat saya merasakan perbedaan dari formula Persona 3, walaupun cuma main sedikit, tapi terasa begitu signifikan.

Well, yeah let’s continue…

Saya mau tanya,

Bagaimana kehidupan kalian dimasa sekolah dulu?

Apa kalian menikmati sehari-harinya?

atau kalian depresi dan bosan dengan tekanan sosial?

Saya yakin “Depresi” adalah jawaban yang tepat (jangan ngeles, semua orang merasa seperti itu, bohong banget kalo masa sekolah itu penuh kebahagiaan, kepalsuan sih iya :P)

Berdasarkan sedikit informasi yang saya tahu, secara normal, rata-rata anak sekolah mempunyai beberapa masalah intens tentang istilah “Approval” dan “Fit in” di lingkungannya (ya, ini bukan masalah enteng, bahkan sangat rumit dimasanya), bisa dibilang hampir semua anak sekolah mempunyai masa-masa yang buruk, mereka bakal mati-matian mencari perhatian dari pribadi-pribadi lain, dimulai dari kompetisi sehat sampai menghancurkan karakter diri sendiri dan orang lain secara curang dan licik. Beberapa yang punya pribadi kuat ada yang memilih untuk punya jalan sendiri, tapi itu pun menjadi beban batin karena tekanan disekeliling mereka menjadi berkali-kali lipat lebih berat, semua harapan dan ekspektasi dimasa itu cuma terealisasi berdasarkan untung secara acak bagaikan main jackpot, selain itu mungkin ada yang populer cuma karena kaya atau cantik/ganteng, tetapi didalam hati penuh dengan perasaan takut. Bahkan mereka sama sekali tak tahu kenapa mereka melakukan semua itu.

Dan itu adalah tema dimana game Persona 3 dan 4 dibuat sebagai “Obat” atau “Salvation” masa-masa itu.

“STOP!”

Pembaca: “Mas ini gimana sih, saya pikir mas mau bahas game Persona 5 yang baru rilis, tapi kenapa malah bahas Persona2 yang lain?”

Seven: “SABAR!”

Ahem!

So, jadi gini, Persona 3 itu game tentang kehidupan anak sekolah, dimana karakternya (yaitu KAMU, atau setidaknya game ini membuat kamu merasa sebagai pemeran utama *secara psikologis) adalah seorang pemuda yang cool! yang hebat, mempunyai kekuatan terpendam dan sangat spesial, bahkan membuat para veteran jago jadi minder.

Kehidupan yang di deliver di game persona 3 membuat “impian” masa sekolah menjadi nyata. Dan impian itu seakan meresap dalam diri kita di sehari-hari kita memainkan game itu. Perasaan itu diciptakan dari pilihan-pilihan yang kita tentukan, di setiap dialog yang kita baca, juga musik funky jazzy yang meningkatkan taste kita terhadap musik tertentu.

Game itu juga memberikan sebuah konsep relasi pertemanan/pacar terhadap orang lain yang terasa sangat rewarding melalui pilihan dan eksekusi timdakan yang sangat minim, hal yang sangat bertentangan sekali dengan kompleksitas dunia nyata dimana kita yang bersusah payah, dimana waktu dan materi yang sudah kita korbankan terhadap orang-orang yang kita kenal, tapi sama sekali tidak berdampak positif. Lebih parah lagi, malah mereka tidak menghargai sama sekali apa yang telah kita berikan. Bahkan ada pihak lain yang tidak bertanggung jawab mengambil kerja keras kita. Well…mungkin mereka adalah manifestasi dari eksistensi buruk manusia.

Put the negative reality aside, Kegiatan sehari-hari yang casual kita lakukan didunia nyata, terasa lebih berharga di dalam game.

Contohnya:

1.Ngopi di cafe sendirian ngebuat ngerasa tambah ganteng. Besoknya ngopi lagi, sampe seminggu penuh, lalu jadi ganteng beneran. Rewardnya bisa jalan bareng cewe inceran.

2. Sering-sering baca buku, lalu tiba-tiba ranking 1 di sekolah, cewe pinter disekolah pun ngelirik.

3. Sering-sering kerja malem, jadi pemberani, walaupun tujuannya ya sama, berani ngajak gebetan jalan.

Ya yang dipikir anak sekolah emang rata-rata cuma pacaran….

Dan masih banyak contoh-contoh yang lain dari game ini.

persona3stats1
Stats from in-game decision/activity. Pic source: Google

Lucunya, saya jadi….hahaha, entah kenapa, saya jadi ingin melakukan kegiatan di game itu juga. Dari kegiatan yang saya lakukan setiap hari (dunia nyata), dalam hati saya suka menambah point-point stats tertentu didiri saya, ya walaupun tak ada bukti efektifitasnya sama sekali, hehehe

Tapi point yang menarik dari simple activity di game ini adalah, membuat saya ingat atau sadar, sebenarnya kegiatan-kegiatan kecil didunia nyata itu menarik dan punya value. The game itself bring a little new meaning.

Tak lepas dari tema keseharian sekolah, game ini juga memberikan stimulasi penting dalam otak, yaitu rasa penasaran, normalnya didunia nyata, menjalani kehidupan sekolah sangatlah membosankan, cuma rutinitas sama sama setiap hari tanpa ada event yang fenomenal (ya mungkin beberapa tahun sekali terjadi), tetapi untungnya, game Persona memberikan sebuah dunia baru, secara harafiah, yaitu dunia yang cuma bisa dilihat oleh para pemeran di game, yaitu Persona user.

Dunia itu sangat misterius, hebatnya, game ini mendireksi kita secara perlahan-lahan kepada players untuk menyelipkan rasa penasaran yang menguji kesabaran diantara kehidupan sehari-hari. Bila dibuat perumpamaan, disaat kita lagi seru-serunya nonton film seri favorit, tiba-tiba bersambung dan terpaksa menjalani seminggu penuh untuk melihat lanjutannya. Bedanya, ya kita menjalani hari-hari didalam game, seperti belajar, ujian, jalan-jalan sama teman-teman, PADAHAL DUNIA LAGI TERANCAM, hahahaha….well,it’s video games.

Melibatkan Persona 4, game-game ini memberikan kita sebuah kehidupan sekolah impian dimana setiap hari penuh dengan excitement, indahnya persahabatan, masa puber, lepas tanggung jawab dan peristiwa fenomenal yang tak akan pernah kita rasakan di sekolah dunia nyata.

Persona 4  mempunyai semua formula dari Persona 3, bahkan lebih. Perbedaan signifikan Persona 4  adalah, dia mempunyai atmosfir yang lebih ringan dibanding Persona 3 yang sangat serius dan dark.

Persona 4 memberikan kehidupan sekolah yang penuh dengan humor, dimana Persona 3 mengelilingi kita dengan misteri.p4jokes

Kedua game itu tak terlalu rumit dibanding Persona classic dalam hal gameplay dan tema, mereka lebih condong memperlihatkan visual artistik yang dikonsepkan dari pikiran manusia, cukup aneh lebih tepatnya. Karena memang segala jenis keanehan itu bersarang di pikiran manusia, saya yakin kalian suka mikir yang aneh-aneh, iya kan? ngaku aja, hehehe 😛

Daaaaaann, kita lanjut ke:persona-5-2

PERSONA 5!

Wohoooo finally rilis juga ni game! cukup lama lho penantiannya, dulu sempat di umumkan rilis tanggal 14 Februari, ternyata mereka tunda, jadinya entar-entaran, sampai tanggal 5 april. Tapi bagus deh daripada ga keluar sama sekali hehe

So guys….

sayang sekali, mimpi kalian cukup sampai Persona 4 saja…

Persona 5, kali ini mereka ganti tema, BACK TO REALITY.

This is no longer your happy school life.

because..

SCHOOL SUCKS!

Damn it!

Gw juga udah capek nulis secara formal, jadi gw ngomong casual aja ya sama lo, anggap aja sekarang kita lagi di cafe dan gw secara antusias ngejelasin game ini didepan lo dan lo yang bayarin coffee latte gw, hehe.

So, Bener-bener pinter sih menurut gw, development team Persona Game pasti sadar kalo tema kehidupan sekolah impian itu ga mungkin di implement lagi di game ini, pasti nanti cuma jadi “Another Persona Game with Different Characters”, jadi boring. So, mereka coba untuk ingetin kalian lagi seperti apa itu realita dunia kehidupan sekolah. Betapa enegnya pergi kesana ngeliat kepalsuan-kepalsuan para penghuninya, betapa ga enaknya after taste sekolah seakan abis makan makanan hambar. Kontras warna merah di game ini juga serasa meneken kepala gw sampe pusing, musiknya cenderung lebih gloomy seakan gw semaleman curhat sama bartender di bar remang-remang untuk ngilangin stress. Seriusly, gw lebih cepet capek main Persona 5 dibanding main game lain, kadang-kadang gw main sampe pagi (ya karena asik) cuma untuk berakibat badan gw ambruk seharian, jadinya siang-siang gw lebih banyak tidur secara acak, (sori yah yang Line messagenya gw bales berjam-jam kemudian, malah kadang jam 3 malem baru bales:P) mungkin ini salah satu kenapa bioclock gw berantakan.

Menurut gw, tema yang mereka sampein-eh sampaikan di Persona 5 tuh dapet banget, seperti yang gw bilang, Back to reality. yaitu kehidupan dimana eksistensi lo dipertanyakan, dimana approval seakan menjadi kewajiban yang harus diperjuangkan, juga keinginan selalu terasa menjadi beban, jelas banget emang hidup itu terasa dipenjara.

Di Persona 5, diri lo (karakter yang lo maenin) bakal di posisikan/dilabel sebagai kriminal, jadi dari awal main lo udah diperlakukan kaya penjahat, gosip jelek diri lo udah tersebar ke seluruh sekolah, kemanapun lo jalan, semua bakal bisik-bisik, setiap orang yang lo ajak ngomong bakal minta lo untuk jauh-jauh supaya image mereka ga rusak, bahkan kalo lo jawab pertanyaan guru dengan bener, mereka seakan ga percaya kalo lo pinter (padahal emang lo nyontek ke google atau asal jawab ga sengaja bener, ya kan? ngaku aja lah :P) , kalo lo salah jawab, mereka bakal ngata-ngatain lo pelan-pelan. Saat lo belajar di perpustakaan ga ada yang berani natap lo, soalnya takut bakal lo bunuh, I mean what the hell maan?

Well-well, tapi justru itu lah letak asiknya game ini.

Tema kenyataan di Persona 5 itu segitu kental dimana biasanya didunia nyata kita pasti berkhayal untuk mengubah keadaan itu, iya ga?

Jadi kerennya Persona 5, lo bakal ketemu sama orang-orang yang hidupnya juga ancur, penuh tekanan dan ga bisa berontak, itu serasa hidup tapi nahan marah terus-terusan, umpamanya, pasti ada donk orang-orang yang lo keselllll banget didunia ini sampe lo mau bunuh tapi ya apa daya, dunia ini penuh dengan konsep dosa dan hukum,jadinya lo ga bisa berbuat apa-apa, feels relate? hehehe

So, Bersama orang-orang ini, lo secara ga sengaja (Atau takdir) dapet super power untuk ngubah semua itu! YOU ARE A PERSONA USER!

AND YOU DO IT WITH STYLE!!!~p5style

Yes, bener, game ini penuh dengan style, bisa dibilang norak ga ketulungan, tapi “Noraknya keren” ngerti kan maksud gw? hahaha

Setelah tamatin Persona 3 dan 4, design level dan pola progress Persona 5 bisa dibilang evolved, jadi sekarang bukan cuma sekedar jalan gebuk-gebuk musuh sampe boss, tapi lebih banyak requirement dan puzzle yang harus dilakuin, bahkan main dungeon ini ga lagi random, tapi bener-bener menyatu dengan story yang dijalanin, beda dibanding Persona sebelumnya yang dimana semuanya random generated dungeon (cuma beda pemandangan sekitar). Musiknya juga masih tetep khas, dimana lo pasti ada rasa mau joget-joget santai dikamar sambil sedikit begaya, hahaha

Dungeon ini ada beberapa segmen, tergantung dari story, tapi di segment terakhir itu selalu: “Saatnya kita beraksi”, “Woohooooo let’s go guys!”

Di segmen itu musiknya akan berganti jadi tema phantom thief, ngasih atmosfir film anime tahun 80an yang entah kenapa kok kerasa keren, feelnya dapet, malah gw yang ga ngerasa film type anime jadul itu keren, jadi mikir “Kayanya anime model gitu keren deh, nanti coba nonton ah”, game ini seakan terinspirasi anime dan menginspirasikan balik player ke anime tersebut, it’s amazing!

Itu adalah kehidupan lain kalian di game ini diantara resahnya dan ketatnya kehidupan disekolah.

In Depth Gameplay

Seperti yang kalian tau (atau baru tau), Persona RPG series itu gameplaynya turn based dan mengandalkan strategi untuk exploit weakness musuh. Konsep battle di Persona 5 masih sama, cuma semakin bertambahnya sequel Persona series, maka semakin di expand fitur battlenya, kali ini di Persona 5 kalian bisa menggunakan 2 type senjata, Melee dan Ranged (ranged ga bisa dipakai kalau peluru habis, sehari sekali akan ter-reload, jadi jangan boros), ada juga fitur “Baton Pass” dimana player bisa kasih Turn ke member lain saat berhasil exploit weakness musuh dan lain-lain.

Yang paling menarik adalah, betapa rewardingnya meningkatkan social link orang-orang disini. Dibanding Persona game sebelumnya, di Persona 5, tiap social link selalu ngasih fitur baru juga yang berguna, contohnya ada yang unlock Customization Gun, ngajarin buat kopi, unlock tempat hang out baru, daaan lain-lain.

Untuk yang pernah main Persona classic (1-2) maka fitur digame itu kembali di implement di game ini. Saat musuh terpojok, kita punya pilihan tambahan selain “ALL-OUT-ATTACK”

yaitu Berdialog: 1. Minta dia jadi Persona, 2. Minta Uang 3. Minta Item

Kalian akan diberi beberapa pilihan dialog untuk respon pertanyaan mereka, kalau gagal (salah pilih), mereka bisa kabur, serang balik atau bahkan manggil reinforcement. jujur ya, pertanyaan mereka absurd, malah curhat masalah pacar mereka, hadeeeh (For your Info: Malak shadow itu membuat kaya, hihihi)

Persona 5 itu banyak ngasih suprising reward ke player yang ngebuat game selalu terasa fresh.

Seperti yang tadi gw bilang tentang dungeon yang fix, game ini ga membuang konsep random dungeon ala Persona 3/4, type random generated dungeon ini masih bisa diakses, sebagai salah satu fitur penting di game, disana kita bisa grinding level, capture Persona, collecting loots dan juga sub quest, bahkan lebih asik, karena disini kita naik mobil, ga lagi jalan kaki kesana kesini sampe capek, short cut/check point pun selalu tersedia di beberapa floor, kedalaman dungeon ini akan bertambah seiring story berjalan, jadi saat udah mentok (terkunci), artinya kalian cukup balik ke dunia nyata dan jalanin daily activity atau story, ini serasa menghilangkan unsur keinginan tidak langsung untuk terus explore random dungeon sampe mentok paling bawah.

Elemental property di Persona 5 pun bertambah, sekarang ada element Nuclear dan Psi, ini menambah variasi untuk battle yang strategis.

Untuk daily activity, beberapa sub quest sekarang mempunyai requirement untuk bekerja ditempat tertentu untuk lanjut progress, ada juga main video game, sewa dvd (hati-hati jangan telat balikin, nanti kena denda), lokasi yang kalian unlock dari baca buku atau social link bisa digunakan untuk dating atau hang out bareng teman, disini kalian juga dikasih kesempatan untuk ngasih Gift untuk mempererat hubungan. So basicly kegiatan di game makin banyak, tugas kalian untuk hapal mana yang berguna untuk dilakukan di kondisi tertentu, yang pasti meningkatkan stats kepribadian main character itu penting untuk menambah teman social link, dimana mereka akan memberikan fitur-fitur berguna untuk keseluruhan game dikedepannya~

Characters

You know, karakter-karakter di Persona 5 benar-benar unik dan lovable. Story game ini mengeksploit tekanan hidup mereka sehingga menghasilkan emotional expression yang cukup dalam, sebagai player aja gw sampe ada rasa empati, kadang ngebuat gw sedih cukup dengan ngeliat artwork muka tertekan mereka didepan layar, sigh…

Rasa empati terhadap para karakter ini ngebuat gw betah untuk terus ngeliat perjuangan mereka, dalam team ini mereka semua meng-acknowleged kekurangan dan kelebihan masing-masing, Semua karakter digame ini adalah “Reject” dan “Victim” dari figur yang berkuasa, dan semua bersatu untuk menciptakan “A place where they belong in helpless society”

Awalnya cukup serius, tetapi makin lama obrolan-obrolan mereka juga cukup menghibur loh, gw setiap malem ngakak-ngakak sendiri dikamar sampe pagi ngedengerin dan liatin tingkah mereka, they’re quite memorable i think.

Sampe saat ini sebenernya gw belum tamat, ini cuma senggang aja mau nulis artikel tentang game ini selagi ada mood, dan juga untuk take a break main game karena udah berhari-hari mainin game ini nonstop, gw pun mencoba untuk ga membahas point-point penting macam tema cerita, nama-nama karakter dan juga traits mereka, kalian bisa eksplor sendiri nanti. Dan…hadeh, lelah euy…. (mungkin ada beberapa segmen yang terlewat untuk gw bahas, tapi gampanglah nanti gw edit)

Jadi ada bagusnya gw sudahkan artikel taste of Persona 5 sampe disini, sisanya kalian bisa coba mainkan sendiri atau yang udah punya, silahkan lanjutin main, (Thanks ya untuk yang udah beli dari gw, VERY MUCH APPRECIATED, this article also manifestation of my thanks to you guys).

PS: Atlus sampai saat ini memblock fitur screenshots dan streaming PS4, banyak kontroversi terjadi, tetapi berkat restriction ini, saya jadi bisa merasakan full experience yang memang ingin di deliver atlus tanpa dirusak oleh para orang-orang yang suka posting spoiler di timeline facebook, psn, instagram, twitter dan lain-lain. It makes me feel secure and progressing the game at ease, this kind of feeling is priceless. So, thanks Atlus~

“And for people across the screen

Thanks for reading”

You can support me too by buying the game at https://www.instagram.com/sevenifity/ or https://www.instagram.com/sevenifitystore/

Line: Sevenifity

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s