Mana itu game yang mirip Dark Souls dan Onimusha? “Oh ini!”-eh salah, “Nioh”.

Oke, jadi gini, saya dari jaman dahulu kala sebenarnya pencinta game yang bernama Onimusha, itu sejenis game Resident Evil Classic Style-Samurai di saat PS2 masih populer, karakter utama game itu Takeshi Kaneshiro (artis jepang asli loh, dulu terkenal tuh film dia, kalo gak salah judulnya The Returners) sebagai Samanosuke Akechi, kalau kalian baca novel sejarah pasti familiar dengan Mitsuhide Akechi yang memberontak Oda Nobunaga. Nah, Samanosuke ini diceritakan sebagai anaknya Mitsuhide Akechi yang secara fiksi melawan Oda Nobunaga dengan kekuatan cinta-eh, entah saya lupa, sepertinya dengan kekuatan Jiwa atau apalah (atau mungkin kekuatan bulan?). Saya dulu main semua seri Onimusha, tapi saya samar-samar mengingat detail plotnya, tak apalah, toh yang mau saya bahas itu game lain kok. Yup, game yang saya maksud adalah NIOH. Sebuah game Samurai yang mengingatkan saya akan Onimusha.

Saat saya menulis artikel ini, game NIOH belum di rilis, jadi saya akan menuliskan pengalaman saya saat bermain DEMOnya. Kenapa? entah, saya suka saja main game ini walaupun cuma demo. kenapa (2)? karena, game ini mempunyai konsep gameplay yang mirip dengan game favorit saya sepanjang masa. Game apa? tentu saja…

DARK SOULS.

sekali lagi, lebih dramatis…

DARK SOOOUUULLLSSSSSSSSS! 

Well-well, saya tidak akan dengan kasar membilang game ini adalah “Dark Souls Clone“, saya bisa bilang dengan istilah yang lebih sopan, yaitu “Inspired by Dark Souls“.game.

Hmm, apabila Sebuah Game menjadi inspirasi  bagi game-game lain (Lebih dari 5 game) dengan cara ditiru/dicontoh gameplaynya secara inti, apakah itu bisa disebut sebagai “Genre”?

Contohnya: “Monster Hunter”, setahu saya, Monster Hunter adalah pelopor dari semua hunting multiplayer game yang tren dalam waktu dekade ini, kita bisa dengan mudah menyebut game-game  seperti Toukiden, Freedom Wars, God Eater sebagai “Hunting Game

Maka, untuk menyebut game-game lain yang mengambil konsep seperti Dark Souls (atau Demon Souls untuk players yang veteran), mungkinkah kita bisa sebut genre itu sebagai “Souls”?

Oke, gini saja, secara tidak resmi saya akan menobatkan Nioh sebagai “Samurai Game with Souls Genre”

Let’s start The Demo

For your Information, Nioh adalah game exclusive PS4. Nioh Demo hanya bisa dimainkan dalam waktu terbatas, apabila player bisa menyelesaikan demo selama periode berjalan, maka akan mendapatkan 2 DLC khusus, Mark of The Strong dan Mark of The Conqueror, saya tak akan membahas DLCnya disini, karena…saya tak tahu apa isinya hahaha. Sebenarnya sengaja tak saya cari tahu, untuk surprise aja nanti saat main full gamenya (kalau kalian penasaran tanya mbah Google saja ya nanti, oke? sip)

So, game ini bisa dibilang lumayan sulit, maksudnya, kita tak akan berhasil menaklukan lawan apabila menyerang mereka dengan menekan tombol serang terus menerus. Game ini memakai sistem stamina (ki) yang digunakan untuk “menyerang, menangkis dan menghindar”, apabila player secara tak sengaja (atau sengaja) menghabiskan Ki, maka penaltinya sangat bahaya, player tak akan bisa bergerak beberapa detik dan rentan untuk diserang oleh Killer Move musuh.

Alangkah baiknya bila kita bertarung secara strategis, “Timing is everything”, setiap senjata mempunyai timing yang berbeda, dibagi dengan 3 style berbeda yang timingnya juga berbeda-beda. Yang saya maksud adalah “Stance”, yang terbagi dari: Low, Middle dan High.

Low stance: Gerakan cepat, serangan lemah. Middle Stance: Seimbang antara Kecepatan dan kekuatan serangan. High Stance: Gerakan lambat, Serangan Kuat.nioh-last-chance-trial_20170122211914

Jadi, kita pun harus tahu kapan harus menyerang, menangkis atau menghindar. Dan kita juga harus tahu serangan dengan stance apa yang cocok dilakukan pada momentum itu. Lokasi pun berpengaruh, selama saya memainkan game ini, sering sekali saya terjebak ditempat sempit atau lantai terjal yang bisa membuat saya terjatuh bila salah langkah. Game ini tidak memakai sistem berenang, apabila jatuh ke air yang dalam, maka dianggap mati, entah..mungkin karakter utamanya tak pernah belajar berenang waktu masih kecil, padahal katanya berenang sehat, terutama untuk para penyanyi (latihan nafas untuk vokal).

Hal yang saya suka dari Souls Genre, Saya cenderung berjalan pelan-pelan saat menulusuri area baru, karena banyak sekali hal yang mengagetkan disana. Saat kita melihat fokus kedepan, tiba-tiba ada batu besar menggelinding dari samping, atau ada yang melempar bomb dari atap rumah, ditambah musuh suka melakukan Ambush dari segala arah, lalu Game Over, eits, tenang saja, game ini akan memberikan kita kesempatan tanpa batas. Apabila mati, kita akan kembali ke checkpoint (Shrine) dengan keadaan sehat walafiat, tetapi…kita akan kehilangan EXP (Amrita) yang sudah susah payah kita dapatkan. Untungnya kita dikasih sekali kesempatan untuk mendapatkan kembali Amrita yang hilang, dengan cara kembali ke lokasi kematian kita sebelumnya dan menarik kembali Guardian spirit (nanti saya jelaskan tentang Guardian Spirit) kita yang tertinggal disana, masalahnya adalah, setiap kita mengulang checkpoint, maka semua musuh akan hidup kembali. Biasanya semakin banyak Amrita yang ditinggalkan maka semakin tegang perjalanan balik kita untuk kesana, karena bila mati lagi, maka hilanglah semua Amrita itu…

Saya ingat, dulu pernah kehilangan empat ratus ribu exp di Dark Souls 1, cuma karena lengah di keroyok tengkorak-tengkorak kecil. Percaya deh, rasanya GA ENAK bagaikan HAMPA, saya sempat merenungkan hidup sekitar 5 jam karenanya. So, yeah, berhati-hatilah saat mengambil kembali Amrita di Nioh. Untuk lebih jelasnya, Amrita digunakan untuk level up stats, semakin tinggi level kita, maka semakin banyak Amrita yang dibutuhkan.

Nah, yang menarik dari game ini, adanya sistem Ninja Skills Customization, yang bisa kita pelajari dan kita atur sesuai cara bermain kita. Tiap skills membutuhkan jumlah point yang berbeda. Contohnya adalah, kita bisa mempelajari skill Counter, Kick Combo (untuk menghabiskan stamina musuh), Timed Changing Stance untuk secara instan memulihkan sebagian stamina yang hilang, daaaann lain-lain. Skills ini menurut saya sangat penting, bukan cuma menyamankan kita bermain, tapi juga sangat efektif untuk bertarung, banyak sekali type musuh yang akan kita hadapi, maka kita juga butuh lebih banyak strategi untuk melawan mereke.nioh-last-chance-trial_20170122212000

Equipment di game ini juga lumayan menarik untuk di buru, karena senjata dan pakaian yang kita dapat mempunyai rank yang berbeda walaupun jenis dan namanya sama. kita bisa lihat hirearki mereka berdasarkan warna, sejauh ini di demo yang saya lihat, ada Putih, biru, kuning dan ungu. semakin tinggi rank memberikan special effect dan tambahan stats yang menarik. Kita bisa mengambil semua equipment itu selagi masih ada inventory kosong, tak perlu kuatir bila mengambil terlalu banyak, kita bisa mempreteli (Diassemble) perlangkapan yang tak digunakan, sebagai gantinya mendapatkan materials, dan materials itu bisa digunakan untuk menempa equipment baru, menarik bukan? tentu saja kita harus membayar jasa Blacksmith (FYI: Blacksmithnya imut)

Untuk recovery items,  setiap memulai stage kita akan dibekali dengan beberapa elixir (seingat saya 3 buah), tetapi dengan mengumpulkan Kodama (sejenis kodok, mirip anime keroro gunso, walaupun saya ga suka nonton tapi saya tahu) yang tersebar secara tersembunyi di tiap stage, mereka akan membekali Elixir lebih banyak saat kita checkpoint di shrine. Kodama juga bisa memberikan Blessing (dengan bayaran tentunya) yang menyebabkan efek persentase drop items dan amrita menambah sekian persen, jadi ada bagusnya player selalu menelusri area secara menyeluruh untuk menemukan lokasi mereka. Dan banyak sekali items jenis lain yang bisa digunakan untuk menyerang atau memberikan element tambahan, saya tak akan membahas itu disini, biar kalian saja cari sendiri, karena…ya banyak.

Game ini mempunyai sistem guardian spirit yang bisa kita gonta-ganti di shrine, efek mereka akan mempengaruhi stats yang unik, contohnya, apabila kita menggunakan guardian spirit isonade, kita punya kemampuan “sense enemies”, stats attack menambah, tapi menurunkan  beberapa stats yang lain. Guardian Spirit juga memberikan kita state Living Weapon, istilahnya Berserk Mode, dimana senjata kita akan menyala (warna dan efek tergantung guardian spirit yang kita pakai), HP dan Ki digantikan oleh Spirit Meter, saat spirit habis, maka kondisi player kembali normal. Tetap Waspada walaupun kita kebal sementara waktu, karena bisa saja setelah kekebalannya hilang, kita sedang terperangkap, Waspadalah, wasdapalah!nioh-last-chance-trial_20170122222950

Overall

Well, dimulai dari yang paling basic, control karakter menurut saya cukup solid, dari langkah berjalan sampai cara karakter utama berlari dan pose memegang senjata, sama sekali tidak kaku. Untuk design level (di last chance demo, mission level 5) saya rasa cukup bagus, kesan gelap dan misteriusnya dapat, dan lika-liku jalan yang harus ditelurusuri tidak terlalu membuat saya pusing, saya suka sekali saat memasuki rumah kecil dan dikagetkan oleh hantu payung kecil yang terbang kesana kemari sehingga saya harus lincah bergerak menghindar dan menyerang balik dengan cepat, puas rasanya. Apalagi saat menembak head shot musuh dari jauh, saya pribadi belum terbiasa dengan kecepatan camera saat melakukan ranged attack, memang tidak semulus shooting game, tapi tidak terlalu kaku juga, cuma terasa lambat.

Saya cuma suka kesal sendiri setiap Ki saya habis, menurut saya, penalty Ki ini sangat merugikan di awal-awal game, karena untuk menjaga Ki tetap stabil butuh konsentrasi tinggi, sering sekali musuh berada di posisi rentan tetapi saya kehabisan Ki dan sebagai gantinya saya tak punya waktu untuk menghindar saat mereka kembali menyerang, itu sangat fatal, biasanya 1 hit kill, atau Apes Hit kill (ga mati, cuma apes, abis itu jatuh dan bye-bye) terutama saat lawan boss….hadeeeeehh.

Saya sarankan untuk level up Ki dulu di awal-awal game, terutama untuk pemula, saya sendiri saja belum terbiasa dengan penalti stamina Ki ini, dulu di game-game Souls Genre yang lain, mereka sama sekali tak berikan stamina penalti. Jadi ini sesuatu yang baru untuk saya, sesuatu yang meyebalkan! but i will get used to it. AH! saya lupa kasih tau, kita bisa melihat Ki musuh juga, mereka pun akan rentan Killer Moves saat Ki mereka habis, dekati dan tekan Strong Attack untuk berikan damage yang besar dan itu cukup memuaskan untuk saya.

Masih ada beberapa hal yang belum di aplikasikan di demo game ini, kurang lebih inilah yang saya ketahui tentang game Nioh, its good demo. I’m looking forward for the full game.nioh-last-chance-trial_20170122222933

By the way, game ini ada fitur multiplayer, untuk menjadi host, player butuh item bernama Ochoko yang dipersembahkan di shrine untuk memanggil player lain, kalau mau menjadi helper, player bisa ke Tori untuk menunggu panggilan player lain. Untuk sesama teman, game ini menyediakan sistem password untuk mencegah dipanggil player lain secara acak. Ochoko bisa didapatkan dari melawan Ghost player lain yang bertebaran dimana-mana (online mode), mereka kadang drop equipment dan kadang Ochoko salah satunya.

Well, cukup sampai sini saja pembahasan Nioh, mungkin setelah full gamenya keluar, saya akan update artikel ini.

see ya.

Oh, satu lagi, saya juga seorang seller game. Untuk membeli game dari saya, bisa follow dan add:

IG: @Sevenifitystore (shop only), @Sevenifity (Personal gaming expression)

Line: Sevenifity

Happy gaming guys~

Advertisements